WordPress contact form plugin

Facebook Posts

Hai semua :)

Penasaran dengan bisnis apa sih yang kira - kira bakal booming di tahun 2018?

Kali ini, admin akan rutin share video mengenai Business Hacks dan di episode pertama, admin akan membahas "Ide Bisnis Tahun 2018"

Check this out!!
... See MoreSee Less

View on Facebook

Startup Sebagai Solusi Masyarakat

Kemajuan startup lokal tanah air dalam kurun waktu terakhir memiliki perkembangan yang cukup membanggakan. Tak dipungkiri, dengan tajamnya kenaikan kuantitas masyarakat kelas menegah, juga semakin besarnya pengguna internet yang ada di Indonesia, memiliki pengaruh pada rintisan perusahaan startup di Indonesia. Dikarenakan potensi pasar yang besar ini lah yang pada akhirnya berimbas pada startup-startup di Indonesia dapat bertahan  hanya menargetkan pasar tanah air.

 

Accurate Online, sebagai software pembukuan terpercaya mendata, Indonesia dengan lebih dari 250 juta penduduk, diperkirakan akan menjadi negara ketiga terbesar dengan populasi terbanyak setelah India dan China dalam jangka waktu 20 tahun ke depan. Pendapatan per kapita tanah air kita menyentuh angka USD 3.500 (Rp 45 juta), berada di tengah-tengah China dan India, namun tumbuh dengan rasio dua kali lipat dalam lima tahun terakhir. Hal ini didukung pula oleh pemerintahan Indonesia yang mempunyai target untuk menaikkan pendapatan nasional tersebut sebesar lima hingga tujuh persen, dengan mengundang investasi asing untuk infrastruktur dan pembangunan industri baru.

 

Indonesia sendiri merupakan negara berkembang yang memiliki banyak masalah yang butuh dipecahkan. Mulai dari makanan, transportasi, kesehatan, sistem pembayaran, edukasi, agrikultur, dan lainnya. Startup muncul pada umumnya dikendarai oleh perseorangan yang menemukan celah bisnis terhadap suatu masalah yang dihadapi oleh banyak masyarakat. Sehingga tidak hanya berfokus untuk meraih keuntungan sebanyak-banyaknya, namun dengan berdirinya startup diharapkan menjadi solusi masalah yang dihadapi oleh masyarakat. Dengan ini, para inovator diharapkan memperhatikan faktor seperti peluang, dan solusi apa yang dibutuhkan oleh masyarakat, agar startup yang mereka bangun memiliki daya saing tinggi dan berjalan sukses.

 

Sebagai sebuah contoh, salah satu startup yang kini menjelma sebagai perusahaan sukses berkembang adalah Go-Jek. Nadiem Makarim, founder dari Go-Jek tersebut menemukan bahwa apa yang menjadi kebutuhan masyarakat pada lingkup transportasi publik adalah untuk mendapatkan fasilitas transport yang aman, murah, dan juga cepat. Nadiem mendirikan Gojek atas pemikiran yang didapat setelah ia melakukan diskusi dengan tukang ojek langganannya. Ia menemukan fakta bahwa banyak tukang ojek sebelumnya banyak membuang waktu dipangkalan karena menunggu pelanggan yang datang menghampiri.

Di sisi lain, Nadiem melihat kemacetan di Jakarta yang semakin parah membuat masyarakat membutuhkan sebuah layanan transportasi yang cepat untuk mendukung mobilitas. Dari masalah tersebut, Nadiem Makarim menemukan jawaban untuk membantu masyarakat untuk menemukan solusi transportasi. Atas dasar masalah tersebut, pada tahun 2011 ia pun mendirikan Go-Jek, yang tentunya merupakan inovasi yang memang dibutuhkan masyarakat.

 

Contoh lain, startup aplikasi delivery bahan makanan yang bernama HappyFresh. Perusahaan rintisan ini juga memberikan layanan khusus berupa setiap pesanan akan dilayani oleh shopper yang secara permanen bersiaga di toko mitra HappyFresh. Hal ini juga memungkinkan pengguna menjadwalkan pengiriman bahan makanan dari beberapa hari sebelumnya. Markus Bihler, CEO dari HappyFresh mengatakan, bahwa ide HappyFresh muncul karena adanya kebutuhan akan makanan yang sehat di tengah padatnya jadwal yang dimiliki penduduk urban. Satu-satunya cara adalah makan di luar, namun, konsumen mayoritas ingin tahu secara rinci bahan makanan apa saja yang akan dikonsumsi.

Source: Techinasia

Markus Bihler menyadari potensi pasar grocery di Asia Tenggara dan keinginan penduduk urban untuk makan makanan yang sehat. Terjebak macet saat ingin berbelanja bahan makanan di kota-kota besar seperti Jakarta juga menjadi salah satu masalah yang ingin dipecahkan oleh HappyFresh. HappyFresh hanya tersedia dalam bentuk aplikasi mobile karena ingin menargetkan pelanggan di Asia Tenggara yang mobile-savvy. Startup ini mengklaim telah memiliki lebih dari 40.000 item di aplikasinya.

 

Setelah kami menjabarkan beberapa contoh startup dan ide solusinya, kami berharap Anda semakin terinspirasi untuk mengembangkan ide yang dieksekusi sebagai dasar sebuah masalah. Selamat mencoba!

Rate This Article