WordPress contact form plugin

Facebook Posts

Hai semua :)

Penasaran dengan bisnis apa sih yang kira - kira bakal booming di tahun 2018?

Kali ini, admin akan rutin share video mengenai Business Hacks dan di episode pertama, admin akan membahas "Ide Bisnis Tahun 2018"

Check this out!!
... See MoreSee Less

View on Facebook

Apa Prinsip Dasar Akuntansi dan Mengapa Anda Harus Mengetahuinya?

Tidak semua orang mahir dalam ilmu akuntansi. Namun, ketika Anda sudah terjun di dunia bisnis, mau tidak mau Anda harus mempelajari ilmu akuntansi. Memang pada awalnya akan terasa sulit, apalagi bagi Anda yang sama sekali tidak memiliki latar belakang ilmu akuntansi. Namun, itu bukanlah hal yang mustahil. Dalam mempelajari ilmu akuntansi, Anda tidak cukup jika hanya menghafalkan lalu menghitung. Ada prinsip dasar yang perlu Anda pahami terlebih dahulu. Berikut prinsip dasar akuntansi yang harus Anda kuasai.

Prinsip Periode Akuntansi

Ketika akan menghitung angka, pertama-tama Anda harus terlebih dahulu menentukan rentang waktunya. Akan sangat sulit jika Anda tidak memiliki gambaran yang pasti dari kapan sampai kapan transaksi yang akan Anda hitung. Periode akuntansi memudahkan Anda untuk menyusun laporan keuangan secara lebih terstruktur. Pada umumnya, periode akuntansi ini memiliki batas waktu selama 1 tahun, misalnya 1 Januari sampai 31 Desember. Dengan begitu Anda akan lebih mudah dalam mencari transaksi mana saja yang berlangsung selama kurun waktu tersebut.

Prinsip Biaya Historis

Seperti yang kita tahu bahwa bisnis adalah upaya untuk menjual produk, maka diperlukan usaha untuk membuatnya. Dalam hal ini kita menyebutnya kegiatan operasional. Untuk menghasilkan produk jadi, tentunya kita akan membeli barang baku dan sebagainya. Semua transaksi ini dimasukkan ke dalam biaya historis. Pada prakteknya, bisa saja terjadi tawar menawar sehingga harga barang mengalami perubahan. Namun dalam pencatatan biaya historis, angka yang dicatat adalah harga yang disepakati bersama.

Prinsip Kesinambungan Usaha

Ketika mendirikan bisnis atau usaha, Anda pastinya sudah memikirkan target untuk beberapa minggu, bulan, atau bahkan tahun ke depan, bukan? Sebagai seorang pengusaha, Anda pasti ingin agar usaha yang Anda kelola terus bertahan selama mungkin. Tidak ada pebisnis yang ingin usahanya mandeg di tengah jalan. Inilah yang disebut dengan prinsip kesinambungan usaha. Prinsip ini menganggap bahwa sebuah usaha akan beroperasi secara berkesinambungan.

Prinsip Entitas Ekonomi

Prinsip yang satu ini tak kalah penting untuk dipahami. Mungkin Anda pernah menjumpai sebuah usaha yang mandek di tengah jalan karena kondisi finansial yang kurang tertata. Ternyata hal tersebut disebabkan karena sang pengusaha tidak memisahkan antara keuangan pribadi dengan bisnisnya. Dari sini kita tahu bahwa sang pemilik usaha tidak serta merta menjalankan Prinsip entitas Ekonomi. Prinsip entitas Ekonomi menganggap bahwa perusahaan merupakan kesatuan usaha yang berdiri sendiri dan terpisah dari kegiatan usaha lainnya maupun pribadi.

Prinsip Pengungkapan Penuh

Mungkin bagi Anda yang sedang belajar ilmu akuntansi, akan merasa kesulitan ketika menghafalkan istilah-istilahnya. Seperti prinsip dasar akuntansi yang satu ini. Informasi yang disajikan dalam akuntansi tak hanya berimbas pada finansial perusahaan, tapi juga divisi lainnya. Misalnya HRD yang akan melakukan perekrutan tentunya akan berunding dengan divisi akuntansi mengenai budget yang akan diberikan. Begitu juga dengan divisi marketing yang akan melakukan promosi dan sebagainya.

Nah, karena informasi akuntansi ini dibutuhkan oleh semua bagian divisi perusahaan, maka penyusunan laporan akuntansi harus dilakukan secara lengkap agar bisa mencakup semuanya. Inilah yang disebut dengan prinsip pengukuhan penuh. Namun tetap, informasi tersebut hanya akan menyajikan satu periode tertentu. Informasi akuntansi memang harus lengkap, tapi penyajiannya juga harus ringkas agar lebih mudah dipahami oleh siapa saja.

Prinsip Pengakuan Pendapatan

Seperti yang kita ketahui bersama, pendapatan merupakan penambahan kekayaan dari suatu usaha yang diperoleh akibat adanya transaksi penjualan. Tak hanya penjualan, tapi bisa juga bisa berupa penerimaan bagi hasil. Jadi, pengakuan pendapatan hanya dapat diakui jika perusahaan telah melakukan transaksi keuangan yang nilai nominalnya sudah disepakati bersama.

Pendapatan tetap diakui meskipun perusahaan belum menerima sejumlah uang dengan nominal tertentu yang belum bisa dimasukkan ke dalam kas, asal angka tersebut sudah disepakati bersama. Karena setiap perusahaan memiliki kegiatan operasional dengan karakteristik yang berbeda-beda, maka ketentuan prinsip ini pun tidak sama. Ada yang pendapatannya sudah diakui ketika produksi barang telah selesai dan ada pula yang baru diakui setelah perusahaan menerima kas.

Karena belajar ilmu akuntansi tidak semudah membalikkan telapak tangan, maka Anda juga harus bersabar jika merasa tak kunjung menguasainya. Dengan memahami prinsip akuntansi dasar seperti di atas, Anda akan lebih mudah dalam mempraktekkan ilmu akuntansi yang baru Anda pelajari. Selamat mencoba! (Penulis.id)

Rate This Article