WordPress contact form plugin

Facebook Posts

Unable to display Facebook posts.
Show error

Error: Error validating application. Application has been deleted.
Type: OAuthException
Code: 190
Please refer to our Error Message Reference.

5 Tips Mengatur Keuangan Bagi Pengusaha Muda

Jika anda seorang pengusaha muda dan baru saja mendirikan bisnis atau usaha, maka anda harus siap menghadapi masalah yang berkaitan dengan keuangan, seperti arus kas yang tidak lancar sampai pendapatan yang tidak menentu. Disinilah dibutuhkannya perang manager finansial yang bertugas untuk mengatur keuangan perusahaan.

Seorang manajer finansial yang baik harus memiliki pikiran yang tajam dan kreatif untuk mengawasi uang yang masuk dan menggunakannya dengan bijak dan pandai menyimpan keuangan juga. Namun memiliki manajer finansial saja tidak cukup untuk mengelola keuangan anda dan menjaga bisnis anda tetap on the track, untuk itu lima tips ini perlu anda ikuti dalam mengatur keuangan.

1.  Pisahkan keuangan pribadi dan usaha

Penting bagi pengusaha untuk tidak mencampur adukan keuangannya. Penting bagi anda untuk setidaknya membuat rekening banj yang terpisah dimana anatara uang pribadi dan usaha tidak tercampur. Tidak masalah anda membuat dua rekening dalam satu bank, jikapun berbeda bank juga tidak mengapa. Selain memiliki rekening bank yang terpisah, pencatatan keuangannya juga harus dipisah. Hal ini diperlukan agar tidak mengalami masalah dalam mengelola uang pribadi dan usaha.

 

2. Membuat Skala Prioritas

Sekian banyak yang memulai bisnis dengan keinginan membeli produk yang mereka anggap bisa membuat bisnis mereka melambung. Banyak dari mereka membeli lebih banyak dari yang mereka butuhkan dan akhirnya menyesali pembelian yang mereka buat. Kapan saja Anda merasakan dorongan untuk membeli sesuatu untuk bisnis Anda, tuliskanlah dan duduk seraya berpikir, setidaknya untuk beberapa hari. Cobalah untuk tidak terburu-buru melakukan pembelian sebelum benar-benar anda merenungkannya apakah hal tersebut berpotensi kerugian atau keuntungan. Intinya anda harus memiliki skala proritas yang mana yang harus didahulukan.

 

3. Buat Proyeksi Keuangan

Ketika anda menjalankan bisnis sangatlah penting untuk memiliki proyeksi keuangan yang jelas. Proyeksi keuangan ini tidak hanya membantu anda dalam menyusun rencana bisnis utama anda tetapi juga membantu dalam hal mengantisipasi dan menangani masalah yang timbul di masa depan. Beberapa investor juga memerlukan proyeksi keuangan yang jelas untuk memutuskan apakah usaha anda layak untuk mendapatkan investasi. Idealnya proyeksi keuangan dibuat setiap bulan atau triwulan jika anda keberatan. Dalam membuat proyeksi keuangan, masukan semua sumber daya secara jelas dan detail

 

4. Gaya Hidup Hemat

Hanya karena anda seorang yang memiliki usaha bukan berarti anda bisa pergi liburan seenaknya dan menghambur-hamburkan uang. Bahkan jika secara keuangan pribadi anda sanggup untuk membiayai itu semua, setidaknya tunggu sampai keuangan usaha anda cukup stabil. Berperilaku dan memilki gaya hidup hemat sangat berarti bagi seorang pengusaha. Lebih bagus lagi jika anda bisa menularkan semangat hidup hemat kepada karyawan anda. Anda pun bisa mengajarkan nilai uang bagi perusahaan. Jadi, bijaklah dalam memakai uang.

 

5. Memulai Investasi

Jika bisnis anda berjalan dengan lancar dan menghasilkan uang dengan stabil, anda bisa memulai untuk investasi. Anda bisa memulai dengan menyisihkan sebagian penghasilan atau keuntungan untuk tabungan investasi diri sendiri terlebih dahulu. Tepatnya, sebelum membayar segala tagihan dan membeli kebutuhan rutin. Hasil dari investasi ini sendiri pun tidak akan digunakan dalam jangka waktu dibawah setahun. Melainkan akan digunakan saat memasuki masa pensiun, atau saat anda berusia diatas 50 tahun. Kebiasaan untuk berinvestasi sendiri jika dilakukan secara rutin, maka bisa menjadi modal menuju kesejahtaraan hidup anda terlebih bagi pengusaha yang selalu siap dengan biaya tambahan yang tak terduga.

 

Bicara menjadi seorang pengusaha artinya sama halnya dengan mebicarakan manajemen yang efektif. Anda bahkan tidak bisa bermimpi mencapai bisnis yang sangat stabil jika Anda tidak tahu bagaimana caranya mengurus operasi hariannya. Anda tidak dapat berhasil jika Anda tidak dapat secara efektif mengawasi departemen yang berbeda yang berada di dalam perusahaan anda. Termasuk mengawasi keuangan dari bisnis anda. Mengatur keuangan lebih sulit dibandingkan mengawasi arus masuk dan keluar dari uang bisnis anda.

Rate This Article